Banner
jardiknaswikipedia Indonesia
Login Member
Username:
Password :
Jajak Pendapat
Bagaimana menurut Anda tentang tampilan website ini ?
Bagus
Cukup
Kurang
  Lihat
Statistik
  Visitors : 28157 visitors
  Hits : 6137 hits
  Today : 1 users
  Online : 1 users
:: Kontak Admin ::

   
Agenda
22 August 2017
M
S
S
R
K
J
S
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9

Pengajian Keluarga “Sakinah” SMK Mutu Tegal: Pentingnya Silaturrahim untuk persatuan Umat

Tanggal : 03/08/2017, 13:43:36, dibaca 82 kali.
Kota Tegal- Pembinaan Keluarga dan masyarakat menjadi tanggung jawab bersama. Keluarga dan masyarakat tidak bisa dipisahkan. Peran keduanya saling mempengaruhi. Untuk itu pembinaan keduanya harus diupayakan. Seperti yang dilakukan oleh SMK Muhammadiyah 1 Kota Tegal (SMK Mutu) menyelenggarakan Pengajian Keluarga, Ahad (12/02/2017) pagi, di Kediaman salah satu Guru SMK Mutu Kota Tegal Bapak Drs. Sugiarta, MT di Jalan Abdul Ghoni Gang Mawar Kelurahan Pesurungan Kidul Kec. Tegal barat Kota Tegal. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Guru dan Karyawan SMK Mutu Kota Tegal beserta keluarga, dengan menghadirkan penceramah Ustadz Drs. Samsudin, Wakil Ketua PDM Kota Tegal. Pengajian dimulai pukul 10.00 WIB dengan susunan acara pembukaan, pembacaan ayat suci Al Qur’an, Sambutan sohibul hajat (tuan rumah), sambutan kepala sekolah SMK Mutu Tegal, sambutan ketua majelis dikdasmen PDM Kota Tegal, Acara Inti pengajian dan diakhiri dengan doa penutup. Dalam sambutannya Kepala SMK Muhammadiyah 1 Kota Tegal Drs. Riswanto, MM menyampaikan betapa pentingnya pengajian keluarga sakinah SMK Mutu Tegal karena belum tentu selam bekerja di kantor Bapak/Ibu guru dan karyawan bisa bertemu dan berbicang-bincang dengan leluasa mengingat kesibukan dengan pekerjaan masing-masing. Melalui pengajian inilah kita bisa saling silaturahim. Maka kepala sekolah menghimbau agar pengajian keluarga ini tetap dilestarikan dan dipelihara dengan baik. Selain itu Riswanto juga menghimbau kepada bapak/Ibu guru dan karyawan agar tidak mudah menerima dan menyebarkan kabar atau informasi yang sumbernya belum jelas (berita hoax) karen bisa menimbulkan keresahan dan ketidaknyamanan dalam bekerja. Sementara itu, Ketua Majlis Dikdasmen PDM Kota Tegal, Sihono, S.Pd,MM menyampaikan peran aktif guru dan karyawan SMK Mutu Tegal sangat diharapkan guna meningkatkan mutu pendidikan di SMK Muhammadiyah 1 Kota Tegal. Pria asal Boyolali itu menyampaikan beberapa informasi berkaitan dengan masa jabatan kepala sekolah, dan peraturan kepegawaian di lingkungan Majlis Dikdasmen PDM Kota Tegal. Ustadz Samsudin mengajak para jamaah untuk selalu mengingat Allah SWT dimana pun berada, Keharusan menjalin silaturahim sesama umat islam, tidak membeda-bedakan golongan maupun khilafiyah sehingga terwujudnya masyarakat islam yang utama. Ada dua type manusia yang tidak akan dilirik oleh Allah di akherat kelak, yaitu orang yang memutuskan tali silaturahim dan orang yang tidak berbuat baik/berselisih dengan tetangganya. Beliau juga menyampaiakan beberapa ayat Alquran dan hadist tentang pentingnya silaturahim. Dalam surat An Nisa : 36 Artinya: “Sembahlah Allah dan janganlah kalian mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Serta berbuat baiklah kepada kedua orangtua, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman, musafir dan hamba sahaya yang kalian miliki. Sungguh Allah tidak menyukai orang yang sombong dan membanggakan diri”. (QS. An-Nisa’: 36.) Dalam hadist : “Barang siapa menginginkan untuk diluaskan rizkinya serta diundur ajalnya; hendaklah ia bersilaturrahim”. HR. Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik. Selain itu Ustadz Samsudin juga menyampaiakan, 4 kompetensi guru yakni pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian, semestinya berjalan seimbang. Lanjut Ustadz Samsudin, dari 4 kompetensi itu, yang kurang mendapatkan perhatian adalah 2 kompetensi terakhir yakni sosial dan kepribadian. pasalnya, banyak guru piawai dalam pedagogig dan profesional namun tidak punya peran di masyarakat. Di dalam masyarakat guru itu menjadi figur dan suri tauladan masyarakat, maka kepribadian seorang guru menjadi taruhannya. "perjuangan melalui jalur pendidikan, pemberantasan kemeskinan, dan pemberdayaan umat itu, tidak ada habisnya,"ujar anggota Pleno PDM itu. Ustadz Samsudin menambahkan, untuk meningkatkan kompetensi kepribadian dengan membiasakan Qiyamul Lail(sholat tahajud). Karena itu menurut dia, ritual ini akan berpengaruh pada jiwa seorang guru dan akan memudahkan dalam komunikasi sesama, karena jiwanya bersih, dan tertata dengan baik. (AW)

Kembali ke Atas


Berita Lainnya :
 Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :


   Kembali ke Atas